St. Artemius Dari Verkola
20 Oktober 2023
Artemius yang Saleh dari Verkola lahir di desa Dvina Verkhol sekitar tahun 1532. Sebagai anak dari orang tua yang saleh, Artemius adalah seorang anak yang berani, lemah lembut dan rajin dalam setiap perbuatan baik. Pada tanggal 23 Juni 1545, Artemius yang berusia dua belas tahun dan ayahnya dikejutkan oleh badai petir di sebuah ladang. Guntur bergemuruh tepat di atas kepala mereka, dan Artemius yang masih kecil itu pun jatuh dan mati. Orang-orang mengira bahwa ini adalah tanda penghakiman Tuhan, oleh karena itu mereka meninggalkan mayatnya di hutan pinus tanpa pemakaman, dan tanpa penguburan.
Kita dapat belajar dari kehidupan St. Artemius yang merupakan seorang anak yang berani, memiliki kepribadian yang lembut dan juga rajin dalam setiap perbuatan baik. Mungkin kita juga sebagai orang percaya kepada Tuhan, seringkali kita dikejutkan dengan berbagai masalah-masalah dan cobaan-cobaan yang selalu menghampiri kita. Ketika kita menghadapi suatu masalah, itu seringkali membuat iman kita goyah kepada Tuhan dan menganggap bahwa Tuhan tidak mengasihi kita. Hal itu dapat terjadi karena kita tidak memiliki keberanian dalam menghadapi sebuah masalah dan juga hubungan kita dengan Tuhan tidak baik.
Supaya relasi kita dengan Tuhan tetap baik, maka kita perlu melakukan apa yang dikehendaki Tuhan dalam hidup kita dan tetap berdoa kepada Tuhan supaya Ia dapat menjauhkan kita dari segala kejahatan. Sehingga dari itu kita dapat berani untuk menghadapi masalah hidup yang Tuhan telah berikan kepada kita, dan marilah kita untuk terus melakukan kebaikan kepada setiap orang baik itu musuh kita dan juga kepada semua orang. Marilah kita untuk terus menjaga relasi kita dengan Tuhan dan marilah kita merespon setiap kasih Tuhan didalam hidup kita, sehingga nama Tuhan dapat dimuliakan didalam hati kita.
Jumat (Filipi 3:8-19; Lukas 7:31-35)
Dengan apakah Aku hendak menyamakan orang-orang dari angkatan ini? Yaitu orang-orang yang tidak percaya. Fakta bahwa Setan menentang tidaklah mengherankan – seperti itulah namanya: musuh kebenaran dan kebaikan. Dia dengan jelas melihat bahwa Allah ada, bahwa Allah akan menghakimi dan menghukumnya, bahwa kematian baginya telah dipersiapkan, tetapi tetap saja dia menentang, dan bukan demi apa pun kecuali kejahatan, dan akibatnya, demi kehancuran yang lebih besar bagi dirinya sendiri. Setidaknya menurut pemahaman yang kita miliki tentang jiwa dan cara kerjanya, ketidakpercayaan, dengan adanya kejelasan dasar-dasar iman, sama tidak dapat dijelaskannya dengan perbudakan orang berdosa terhadap dosa setelah ia melihat dengan jelas bahwa dosa menghancurkannya.
Dari ayat alkitab diatas kita diingatkan dan diajarkan mengenai bagaimana cara untuk melawan musuh kita dengan berbuat kebaikan kepada mereka yang kita anggap sebagai musuh kita. Orang yang bisa mengasihi musuhnya dengan penuh kasih dan tidak menyimpan dendam terhadap orang tersebut, maka Tuhan senantiasa mengasihi orang yang bisa mengasihi musunya. Namun kita sebagai orang berdosa, mengasihi musuh itu sangat sulit untuk kita lakukan akibat keegoisan kita yang sangat besar. Kita ingin menang sendiri dan kita juga tidak mau rugi, hal tersebut akan membuat nous kita semakin rusak akibat dosa-dosa kita tersebut.
Namun Tuhan mengajari kita untuk saling mengasihi musuh, karena Allah sudah terlebih dahulu mengasihi kita lewat kematian-Nya di atas kayu salib. Kasih Allah tersebut dapat kita rasakan ketika kita juga bisa mengasihi musuh kita, dengan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi balaslah kejahatan dengan kebaikan maka kita akan merasa damai dan nous kita tetap terjaga dan dapat dijauhkan dari kuasa dosa. Untuk menghadapi musuh, atau menghadapi orang yang kita benci, kita perlu melakukan Jesus Prayer dengan kesungguhan hati dan dengan kerendahan hati supaya kita dapat menghadapi musuh/orang yang telah berbuat jahat pada kita. dengan adanya Jesus Prayer maka kita akan lebih mudah untuk melawan musuh kita tanpa harus menciptakan sebuah dosa yang dapat merusak nous kita dan juga dapat menjauhkan kita dari segala keinginan daging kita untuk memiliki harta duniawi.
Martir Baru Yohanes Dari Monemvasia
21 Oktober 2023
Santo Yohanes lahir pada tahun 1758 di dekat kota Monemvasia. Ayahnya adalah seorang imam dari Geraki, dan ibunya berasal dari desa tetangga, Gouves. Di Gouves-lah ayah Yohanes ditugaskan sebagai imam, dan di sanalah Yohanes dilahirkan. Sejak usia muda, Yohanes berusaha meneladani ayahnya dengan membantunya bekerja di gereja. Dia dikenal karena perilakunya yang patut diteladani, dan disebut oleh anak-anak lain sebagai “anak imam.”
Pada tahun 1770, pasukan Hatzi Osman dari Albania mengalahkan perlawanan Yunani, dan setibanya di Monemvasia, mereka membunuh ayah Yohanes dan memperbudak dia dan ibunya. Mereka dibawa ke Larisa, di mana mereka dijual secara terpisah dua atau tiga kali.
Setelah dua tahun, mereka dibeli oleh orang yang sama, seorang pemilik tanah dari Turki. Orang Turki ini tidak memiliki anak, dan menyadari sifat-sifat baik Yohanes (dia sangat cerdas untuk anak seusianya, patuh, dan seorang pekerja keras), pria itu ingin mengadopsi Yohanes setelah memeluk Islam. Setiap hari mereka berusaha membujuknya untuk meninggalkan Iman Kristen dan menjadi seorang Turki. Awalnya, mereka menggunakan sanjungan dan janji-janji, tetapi kemudian mereka menggunakan penyiksaan yang mengerikan untuk mengatasi keteguhan Yohanes (dia baru berusia 15 tahun), tetapi dia tetap teguh dalam iman Kristennya.
Kisah Santo Yohanes mengingajarkan kita untuk selalu berpegang teguh pada iman dan kepercayaan kita. Orang kristen jaman sekarang seringkali diperhadapkan dengan berbagai masalah dan cobaan-cobaan yang dapat membuat mereka menjauh dari Tuhan dan meninggalkan iman mereka kepada Tuhan. Namun dari kisah Yohanes kita dapat belajar untuk selalu taat dan patuh terhadap perintah supaya kita tidak dapat mudah jatuh kedalam dosa dan sehingga kita tidak mudah begitu saja untuk meninggalkan iman dan kepercayaan kita pada Tuhan.
Kesimpulan: Jadi kita sebagai umat Allah yang telah mendapat pengampunan dari Tuhan, kita harus bisa mempertahankan iman kita kepada-Nya dan percaya bahwa Yesus Kristus adalah Juru Selamat kita. Jangan meninggalkan iman dan kepercayaan hanya gara-gara keinginan daging kita yang besar dan yang tidak dapat kita kendalikan. Maka dari itu, kita perlu melakukan apa yang dikehendaki Tuhan dalam hidup kita, misalnya melakukan Jesus Prayer dan selalu berdoa kepada Tuhan supaya kita dapat dijauhkan dari dosa yang membuat nous kita rusak dan sehingga keinginan-keinginan daging kita yang begitu besar bisa kita kendalikan dengan melakukan Jesus Prayer. Tetap berpegang teguh pada Tuhan dan jangan pernah berpaling dari Tuhan, jaga iman kita dan selalu setia kepada Tuhan dalam keadaan apapun.
Sabtu (2 Korintus 1:8-11; Lukas 5:27-32)
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa untuk bertobat. Betapa penghiburan bagi orang-orang berdosa! Tetapi penting untuk meninggalkan dosa dan hanya melakukan yang baik; dan ketika melakukan yang baik, untuk terus menyebut diri sendiri sebagai orang berdosa tidak hanya di lidah, tetapi di dalam hati. Janganlah berbuat dosa, tetapi sebagai orang berdosa yang sejati, bertobatlah dan berseru kepada Tuhan untuk pengampunan.
Kesimpulan: dari ayat diatas kita dapat diajarkan untuk selalu percaya kepada Tuhan dan tetap yakin bahwa Tuhan akan selalu menyertai kita dalam segala hal. Tuhan datang kedunia bukan untuk memanggil orang benar tetapi Tuhan datang kedunia untuk memanggil orang berdosa supaya bisa bertobat dari segala dosa-dosanya. Maka untuk itu marilah kita untuk meninggalkan manusia lama kita yang dipenuhi oleh dosa, dan memilih untuk selalu percaya bahwa Tuhan adalah Juru Selamat kita.
St. Averkios Dari Hieropolis
22 Oktober 2023
Hierark Averkios dari Hieropolis tinggal di Frigia selama abad kedua. Kota Hieropolis dihuni oleh banyak orang pagan dan sangat sedikit orang Kristen. St. Averkios berdoa kepada Tuhan untuk keselamatan jiwa-jiwa mereka, dan agar mereka termasuk di antara kawanan domba pilihan Tuhan. St. Averkios pergi ke kota-kota dan desa-desa di sekitarnya, menyembuhkan orang-orang sakit dan mewartakan Kerajaan Allah. Dengan khotbahnya, ia berkeliling Suriah, Kilikia, Mesopotamia, ia juga mengunjungi Roma. Ke mana pun ia pergi, ia mempertobatkan banyak orang kepada Kristus. Selama bertahun-tahun ia menjaga Gereja dari bidat, meneguhkan orang-orang Kristen dalam iman, dan menuntun orang-orang yang terhilang ke jalan kebenaran.
Kita sebagai manusia perlu tau bahwa kita adalah orang-orang berdosa yang telah melakukan berbagai hal yang telah membuat relasi kita dengan Tuhan telah menjauh. Kita juga sebagai manusia, kita dipersiapkan untuk menjadi hamba Tuhan yang dapat membawa orang yang telah jauh dari Tuhan bisa menjadi dekat lagi dengan Tuhan.
Kesimpulan: Untuk menjadi pengikut Tuhan, kita perlu melakukan apa yang dikehendaki oleh Tuhan dalam hidup kita yaitu dengan berdoa dan taat kepada Tuhan. Marilah kita untuk menjadi hamba Tuhan yang memiliki iman yang teguh pada Tuhan, jangan pernah berpaling dari Tuhan dan tetap rendah hati pada setiap apa yang telah kita miliki. Marilah kita untuk selalu hidup didalam kebenaran dan selalu percaya kepada Tuhan, memiliki iman yang kuat dan tidak mudah terpengaruh dengan segala hal yang ada didunia ini.
Minggu Kedua Puluh Setelah Pentakosta (Galatia 1:11-19; Lukas 7:11-16)
Tuhan melihat seorang ibu yang menangisi kematian putranya dan berbelas kasihan kepadanya; di lain waktu Ia dipanggil untuk menghadiri sebuah pernikahan, dan bersukacita bersama dengan keluarga tersebut. Dengan ini Dia menunjukkan bahwa berbagi suka dan duka sehari-hari tidaklah bertentangan dengan roh-Nya. Inilah yang dilakukan oleh orang-orang percaya yang sejati dan penuh hormat, yang menjalani hidup mereka dalam takut akan Tuhan. Ada kebiasaan yang berasal dari hawa nafsu, yang muncul untuk pemanjaan mereka; yang lainnya dipelihara oleh kesombongan dan kesibukan.
Barangsiapa memiliki roh Kristus, akan dapat membedakan yang baik dan yang buruk: ia akan mengikuti yang satu dan menolak yang lain. Orang yang melakukan hal ini dengan takut akan Allah tidak akan dikucilkan oleh orang lain, meskipun ia tidak bertindak seperti mereka, karena ia selalu bertindak dalam roh kasih dan belas kasihan terhadap kelemahan saudara-saudaranya.
Kita sebagai manusia perlu tau bahwa Tuhan adalah penyelamat bagi semua orang yang percaya dan mau mengikut Tuhan. Kita perlu menerapkan kasih kepada sesama kita dan mau menjadi orang yang dapat membawa berkat bagi sesama kita. Jika kita memiliki kasih dalam diri kita, maka perlu untuk melakukan kasih kepada sesama kita dan juga mau menjadi orang yang mengenal Allah dan mau mengikut Tuhan. Tetap berjaga-jaga dalam segala kejahatan supaya kita tidak mudah jatuh kedalam dosa yang dapat membuat kita menjauh dari Tuhan.
St. Ignatius, Patriark Konstantinopel
23 Oktober 2023
Santo Ignatius, Patriark Konstantinopel (847-857; 867-877), nama di dunia Nikitas, adalah seorang keturunan kekaisaran. Kehidupan di biara memperkuat St. Ignatius dalam iman dan kesalehan. Tak lama kemudian ia diangkat menjadi igumen biara, dan kemudian ia dipilih menjadi Patriark Konstantinopel.
St. Ignatius kita dapat dapat belajar untuk selalu memiliki kasih yang tulus, dan tetap kuat dalam iman dan kepercayaan kita kepada Tuhan saja. Menjadi pengikut Tuhan itu bukan hal yang mudah bagi kita manusia yang telah berdosa ini. Kita perlu bertahan dalam penderitaan supaya panggilan Tuhan bisa kita terima dengan penuh kepercayaan dan keyakinan yang besar. Bertahan dalam penderitaan akan membawa kita pada keselamatan dan kehidupan yang kekal.
Referensi: Iman memang dimiliki semua orang, namun terkadang orang salah untuk menempatkan iman mereka, karena berbagai cobaan yang membuat manusia menjauh dari Allah. Perlahan-lahan iman tersebut akan menjadi goyah, akibat keinginan-keinginan daging yang begitu besar untuk memiliki sesuatu hal yang dapat menimbulkan dosa. Jadi untuk mempertahankan iman kita kepada Tuhan, maka kita perlu melakuka Jesus Prayer dalam kehidupan kita. supaya keinginan-keinginan kita untuk memiliki sesuatu yang tidak berkenan di hati Tuhan, maka kita akan dapat mengendalikan keinginan-keinginan tersebut dengan melakukan Jesus Prayer.
Senin (Filipi 4:10-23; Lukas 7:36-50)
Karena ia telah menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang menghibur, dan karena itu mengabaikan pemahaman yang rasional tentang bagaimana Tuhan melakukan sesuatu. Kedua realm ini, duniawi dan rohani, memiliki karakteristik dan hukum yang sama sekali berbeda. Pikiran kita selalu menilai keasyikannya sendiri menurut hukum keasyikan tersebut. Menurut pemikiran duniawi, seseorang tidak boleh berhubungan dengan wanita yang jelas-jelas berdosa. Dia tidak mengatakannya dengan kata-kata, tetapi hanya memikirkannya, meskipun tidak ada perubahan dalam penampilannya secara lahiriah. Tetapi Tuhan melihat hatinya dan mengoreksinya. Ia menunjukkan kepadanya bahwa orang-orang berdosa juga memiliki tempat di sisi-Nya, dan bahwa perempuan berdosa yang bersatu dengan-Nya di dalam hatinya, lebih menghormati Dia daripada Simon, yang menghormati-Nya hanya dengan makanan. Hal-hal lahiriah membawa seseorang kepada perasaan benar sendiri yang tidak menyenangkan Tuhan, sementara hal-hal batiniah selalu menyimpan perasaan tidak layak di hadapan wajah Tuhan yang mahatahu.
Martir Syncletica Dan Kedua Putrinya
24 Oktober 2023
Martir Syncletica dan kedua putrinya menderita di bawah raja Arab Dunaan. Santa Syncletica adalah keturunan dari sebuah keluarga yang termasyhur. Ditinggalkan menjanda ketika masih sangat muda, dia mengabdikan dirinya untuk mendidik anak-anak perempuannya secara Kristiani, dan dia sendiri menjalani kehidupan yang suci dan saleh.
Referensi: Martir Syncletica, mengajarkan kita untuk selalu memiliki kehidupan yang suci dan mau menaruh harapan kita kepada Tuhan. Mungkin dalam hidup kita sering mengeluh dalam berbagai cobaan-cobaan yang dapat membuat kita menjauh dari Tuhan. kerena cobaan-cobaan dan masalah yang selalu ada dalam hidup kita, itu yang membuat kita memilih untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Masalah yang sering muncul dalam hidup kita itu akan membuat kita menjauh dari Tuhan, dan memilih untuk meninggalkan Tuhan dan memenuhi keinginan-keinginan daging yang dapat menimbulkan dosa. Jadi untuk mengendalikan segala keinginan daging yang membawa kita kedalam dosa, maka kita perlu meminta penyertaan Tuhan supaya kit dapat dijauhkan dari segala dosa yang dapat membuat nous dan jiwa kita akan rusak. Berdoa kepada Tuhan setiap saat dan setiap waktu supaya kita tidak mudah jatuh kedalam dosa yang dapat membuat hubungan kita dengan Tuhan menjauh. Tetaplah untuk hidup dalam kesucian dan tetaplah untuk hidup dalam kebenaran didalam Tuhan.
Selasa (Kolose 1:1-2, 7-11; Lukas 8:1-3
Tuhan berkhotbah, para wanita melayani Dia dari milik mereka, dan dengan demikian menjadi peserta dalam pemberitaan-Nya. Tidaklah diberikan kepada semua orang untuk memberitakan Injil, tetapi setiap orang dapat membantu menyebarkannya, dan menjadi peserta dalam hal yang paling penting di bumi ini. Para pria dan wanita yang mengutus mereka membantu bergabung dengan barisan para wanita yang melayani Tuhan, dan menjadi layak untuk mendapatkan balasan yang sama. Tuhan berfirman, “Barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku” (Yoh 13:20). Ini berarti Dia menyamakan diri-Nya dengan orang yang diutus untuk berkhotbah; itu berarti Dia menyamakan pelayanan yang diberikan kepada para utusan-Nya dengan melayani Dia. Menurut hukum kebaikan dan kebenaran-Nya, cara seseorang menerima seseorang menentukan upah yang akan diterimanya (Mat 10:41). Hal ini tampaknya menjadi insentif yang cukup untuk terus memberikan sedekah untuk membantu pekerjaan besar pekabaran Injil.
St. Tabita (Dorkas)
25 Oktober 2023
Santa Tabita (Dorkas), janda yang dibangkitkan dari kematian oleh Rasul Petrus, adalah seorang wanita yang berbudi luhur dan murah hati yang menjadi bagian dari komunitas Kristen di Yope. Karena sakit keras, ia tiba-tiba meninggal dunia. Pada saat itu, Rasul Petrus sedang berkhotbah di Lida, tidak jauh dari Yope. Para utusan dikirim kepadanya dengan permintaan bantuan yang mendesak. Ketika Rasul Petrus tiba di Yope, Tabita sudah meninggal. Dengan berlutut, Rasul Petrus berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan. Kemudian ia pergi ke tempat tidur dan berseru, “Tabita, bangunlah!” Ia pun bangun dan sembuh total (Kisah Para Rasul 9:36).
Santa Tabita dianggap sebagai santa pelindung para penjahit karena ia dikenal sebagai penjahit mantel dan pakaian lainnya (Kisah Para Rasul 9:39).
Referensi: sebagai seorang yang hidup didalam Tuhan, kita perlu menerapkan kasih kepada sesama kita dan melakukan apa yang dapat menyenangkan Tuhan. Mungkin kita sering jatuh kedalam dosa akibat keinginan-keinginan daging yang begitu besar sehingga dapat merusak nous kita.
Nous kita telah rusak akibat tindakan-tindakan yang kita lakukan, tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita sering mengutamakan keinginan daging kita dibandingkan dengan keinginan Tuhan, dan memilih untuk memiliki hidup yang enak tanpa memikirkan apa yang akan terjadi. Hal tersebut sering terjadi ketika kita tidak berdoa kepada Tuhan dan tidak hidup dalam kebenaran. Jadi untuk mengendalikan setiap keinginan-keinginan daging kita yang begitu besar, maka kita perlu meminta pertolongan Tuhan yaitu berdoa dan membaca alkitab. Agar kita dapat dimampukan untuk melawan setiap keinginan-keinginan daging yang bisa menjauhkan kita dari Tuhan. Untuk itu marilah kita hidup dalam kebenaran dan tetap memiliki kerendahan hati yang bisa mengasihi sesama dan juga mengasihi Tuhan, yaitu dengan melakukan apa yang dikehendaki Tuhan dalam hidup kita.
Rabu (Kolose 1:18-23; Lukas 8:22-25)
Ketika mereka naik ke kapal untuk berlayar ke seberang danau, apakah para rasul berpikir bahwa mereka akan bertemu dengan badai dan membuat hidup mereka terancam bahaya? Sementara itu, badai tiba-tiba muncul dan mereka tidak menyangka bahwa mereka akan tetap hidup.
Begitulah jalan hidup kita! Kita tidak tahu bagaimana atau dari mana kemalangan akan datang, yang mampu menghancurkan kita. segala sesuatu yang ada disekitar kita itu bisa aja berubah menjadi senjata bagi kematian kita. jadi kita perlu berwaspada dan berjaga-jaga pada keadaan apapun supaya kita bisa dijauhkan dari segala kejahatan yang akan menimpa kehidupan kita.
Martir Yusuf Dari Biara Dionysiou
26 Oktober 2023
Santo Yusuf adalah seorang biarawan di Biara Dionysiou di Gunung Athos, di mana ia memancarkan keutamaan kehidupan biara. Ia adalah seorang ikonografer, dan ia melukis ikon Malaikat Tertinggi di ikonostasis gereja utama Dionysiou.
Dalam ketaatan pada instruksi Igumen Stefanus, St. Yusuf pergi ke Konstantinopel bersama Eudokimus, yang telah murtad dari Ortodoks untuk menjadi seorang Muslim. Eudokimus bertobat dan ingin menghapus dosanya melalui kemartiran.
Namun, ketika dihadapkan pada penyiksaan dan kematian, Eudokimus yang malang itu kembali menyangkal Kristus, dan menyalahkan Yusuf karena telah mengubahnya dari Islam.
Kesimpulan: Kita sebagai orang Kristen perlu memiliki iman yang teguh pada Tuhan dan jangan mudah mengambil keputusan yang tidak benar. Disekitar kita ada berbagai banyak orang yang memiliki hati yang baik dan yang tidak baik. Terkadang juga kita sering jatuh kedalam dosa akibat tidak dapat menahan emosi kita untuk melakukan sesuatu yang dapat membawa kita kedalam dosa. Kita sering disiksa akibat keinginan-keinginan daging yang begitu besar, kita disiksa karena kita tidak dapat mengendalikan keinginan-keinnginan daging yang begitu besar. Kita juga sering terjerumus kedalam dosa yang dapat menjauhkan kita dari Tuhan, dan juga dapat merusak relasi kita dengan Tuhan. Manusia sering lupa berdoa kepada Tuhan, dan juga lupa untuk mengucap syukur pada setiap yang telah kita dapatkan. Tindakan kita yang tidak bisa bersyukur, itu yang akan membawa kita jatuh kedalam dosa dan dapat membawa kita menjauh dari hadirat Tuhan.
Jadi dari kisah Martir Yusuf Dari Biara Dionysiou kita diajarkan untuk selalu hidup dalam kebenaran dan kesucian supaya kita memperoleh keselamatan dari Tuhan. Ketika kita menghadapi suatu masalah, maka kita jangan mudah mengeluh untuk menghadapi masalah tersebut. Tetapi hadapilah setiap masalah hidup dan tetap berdoa kepada Tuhan supaya Ia dapat memberi kita kekuatan dan memampukan kita untuk menghadapi setiap masalah-masalah yang ada dalam hidup kita. Marilah kita bertobat dari segala dosa kita yang dapat merusak nous kita, dan marilah untuk selalu berpegang teguh kepada Allah.
Kamis (Kolose 1:24-29; Lukas 9:7-11)
Keingintahuan adalah kegelisahan pikiran; kebenaran bukanlah jalan menuju ke sana, tetapi berita, terutama berita yang sensasional. Itulah sebabnya ia tidak puas dengan kebenaran itu sendiri, ia mencari sesuatu yang luar biasa di dalamnya. Di zaman kita sekarang, pikiran liberal yang melakukan hal ini. Mereka terobsesi dengan hal-hal yang mengada-ada. Mereka menutupi seluruh wilayah kebenaran Allah dengan rekayasa mereka seperti kabut. Ambil contoh dogma, etika, sejarah, firman Tuhan-semuanya dipenuhi dengan berbagai macam rekayasa sehingga kita tidak dapat mencapai kebenaran Tuhan.
Kebenaran Tuhan itu sederhana; perlukah pikiran yang sombong disibukkan dengan hal itu? Akan lebih baik jika ia mengarang hal-hal sendiri. Hal ini memang sensasional, meskipun kosong dan lemah seperti jaring laba-laba. Untuk melihat bahwa memang demikian adanya, lihatlah teori-teori penciptaan dunia saat ini: teori-teori tersebut seperti sebuah delirium somnambulistik atau delirium yang sedang mabuk. Namun, betapa bagusnya teori-teori itu bagi mereka yang memikirkannya! Betapa banyak energi dan waktu yang terbuang untuk hal ini – dan semuanya sia-sia! Perbuatan itu dilakukan dengan sederhana: Dia berfirman dan terjadilah. Dia memerintahkan dan itu tercipta. Tidak ada yang bisa memikirkan sesuatu yang lebih baik dari solusi ini. Jesus Prayer adalah latihan rohani untuk menjaga nous dari segala kejahatan dan kerusakan akibat dosa. Dengan melakukan Jesus Prayer, maka kita mudah untuk megendalikan keingina-keinginan daging kita yang dapat membawa kita dalam dosa. Menyebut nama Allah dengan nous sehingga kita mengalami pertobatan dari segala dosa kita. Melakukannya dengan kerendahan hati, dan dengan kasih. Nous/jiwa kita telah mengalami kejatuhan, sehingga membuat nous menjadi gelap. Nous itu perlu dijaga dan dilindungi karena nous kita telah gelap, caranya yaitu melakukan Jesus Prayer dengan kesungguhan hati.